Pembelajaran Bahasa Arab secara garis besar dapat diklasifikasikan menjadi dua sistem:
A. Sistem pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan bahasa sebagai ujaran secara langsung (percakapan).
Sistem pembelajaran Bahasa Arab ini didasarkan pada asumsi bahwa bahasa adalah gejala alami manusia untuk menyampaikan ide kepada orang lain atau menerima ide dari orang lain. Dengan kata lain manusia sebagai makhluk sosial menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dalam berinteraksi dengan sesamanya.
Sistem pembelajaran Bahasa arab ini lebih cepat (lebih efektif) mengantarkan siswa menguasai bahasa arab sebagai alat komunikasi apabila didukung oleh komunitas sosial yang menggunakan Bahasa arab sebagai alat komunikasi sehari-hari. Artinya, komunitas sosial yang menuntut setiap orang yang ada di dalamnya untuk selalu berkomunikasi dengan Bahasa Arab secara aktif. Situasi kondusif ini dapat dimaklumi misalnya dua orang atau lebih yang belajar muhadatsah (percakapan) langsung, maka idenya disampaikan dengan kata-kata yang didukung dengan ekspresi mereka dan media ingkungan tempat mereka berada sehingga proses belajar menjadi efektif.
Akan tetapi pembelajaran Bahasa Arab menjadi tidak efektif apabila tidak didukung oleh lingkungan masyarakat yang menggunakan Bahasa Arab sebagai alat komunikasi sehari-hari.
Para pengajar yang menerapkan sistem pembelajaran Bahasa Arab ini dituntut untuk selalu menyajikan materi pelajaran Bahasa Arab secara dinamis seiring dengan dinamika perkembangan bahasa yang digunakan oleh penutur asli (native speaker) dari waktu ke waktu.
B. Sistem pembelajaran Bahasa Arab yang berorientasi pada gramatika (tata bahasa).
Sistem pembelajaran Bahasa Arab yang didasarkan pada asumsi bahwa bahasa adalah merupakan kaidah-kaidah atau peraturan-peraturan bahasa yang diambil dari teks-teks yang sudah baku. Dalam Bahasa Arab teks-teks itu adalah Al-Qur’an, Al-Hadits, dan kitab-kitab keilmuan yang sudah baku dari segi gramatikanya.
Menurut asumsi ini barang siapa yang ingin mengkaji Al-Qur’an, Al-Hadits, atau kitab-kitab keilmuan yang mempunyai konsentrasi kuat terhadap gramatika, maka penguasaan gramatika Arab adalah suatu keharusan baginya.
Cinta...... Qu tak mengerti, Apa iTu cINta??? Cinta Slih bRganti daTang dan Pergi... Di BalIk cInta.... ITu aPa, HaKikat Cinta yang hakiki yang seperi pa.. Mngpa sMw raNg bUtuh Cinta,,, Cinta kDang bs mRenggut Nyawa.. dEngan Cinta hDup jD giLa. dNgan Cinta Q jd TmBah binguNg dengan CiNta , Q mRasa ta tw sNdr makana cNta sJati.. Oh cInta... I dont like a lOve... BaZy, dngn OmOng kOSong aTas nama cNta .....
Rabu, 26 Mei 2010
Selasa, 25 Mei 2010
टाइप- टाइप manusia
Hari ini, tepatnya hari rabu dItemani dengan hujan yang lebat,,,,tepatnya di lab TY,,,,,jam 12,50...Sy akan mmbahas Tentang tipe manusia yang berkenan Dengan tugas Makul Logika.....
Berikut ini tipe-tipe manusia saya simpulkan menjadi 4 macam, yaitu :
1. Sanguinis
Golongan sanguinis, “Yang Popular”. Tipe ini cenderung ingin popular, ingin disenangi oleh orang lain, ingin diidolakan, maupun dibanggakan. Hidupnya penuh dengan warna-warni. Mereka senang sekali bicara tanpa bias dihentikan. Gejolak emosinya berkembang dan transparan. Pada suatu saat ia berteriak kegirangan, dan beberapa saat kemudian ia bisa jadi menangis tersedu-sedu.
Namun, orang-orang sanguinis agak pelupa , sulit berkonsentrasi, cenderung berpikir pendek, hidupnya serba tak teratur, kurang disiplin dalam hal waktu, sering lupa pada janji. Namun, kalau disuruh melakukan sesuatu ia akan dengan cepat mengiyakannyadan terlihat sepertinya betul-betul hal itu akan ia lakukan . Dengan penuh semangat, ia ingin membuktikan kalau ia itu bias dan sgera melakukannya.
2. Melankoli
Golongan melankoli, “Yang sempurna”. Tipe ini agak berlawanan dengan tipe sanguinis. Tipe melankoli cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola. Pada umumnya mereka ini suka dengan fakta, data, angka, dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam. Pada sebuah pertemuan orang melankoli cenderung menganalisa, memikirkan, mempertimbangankan, lalu kalau berbicara pastilah apa yang ia katakana betul-betul hasil yang ia pikirkan secara mendalam sekali.
3. Koleris
Golongan koleris, “Yang Kuat”. Tipe ini suka sekali mengatur orang, suka tunjak-tunjuk atau perintah-perintah orang. Tipe ini tidak ingin ada penonton dalam aktivitasnya. Bahkan tamu pun bias saja ‘suruh’ melakukan sesuatu untuknya. Akibat sifatnya yang sibuk, ini membuat tipe koleris tak punya banyak temen. Orang-orang banyak yang menghindar, menjauh agar tak jadi korban karakternya yang suka ngatur dan tak mau kalah.
4. Plagmatis
Golongan Plagmatis, “Cinta Damai”. Tipe ini tak suka terjadi konflik karena itu tipe ini mau disuruh fmelakukan apa saja, sekalipun ia sendiri tidak suka. Bagi tipe ini kedamaian adalah segala-galanya. Jika timbul masalah atau pertengakaran, ia akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengakaran. Tipe ini mau merugi sedikit asalkan masalahnya dapat terselesaikan. Tipe ini kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin. Cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah biasanya menyenangkan. Ia mau menjadi pendengar yang baik, tapi jika mengambil keputusan biasanya sering menunda
Berikut ini tipe-tipe manusia saya simpulkan menjadi 4 macam, yaitu :
1. Sanguinis
Golongan sanguinis, “Yang Popular”. Tipe ini cenderung ingin popular, ingin disenangi oleh orang lain, ingin diidolakan, maupun dibanggakan. Hidupnya penuh dengan warna-warni. Mereka senang sekali bicara tanpa bias dihentikan. Gejolak emosinya berkembang dan transparan. Pada suatu saat ia berteriak kegirangan, dan beberapa saat kemudian ia bisa jadi menangis tersedu-sedu.
Namun, orang-orang sanguinis agak pelupa , sulit berkonsentrasi, cenderung berpikir pendek, hidupnya serba tak teratur, kurang disiplin dalam hal waktu, sering lupa pada janji. Namun, kalau disuruh melakukan sesuatu ia akan dengan cepat mengiyakannyadan terlihat sepertinya betul-betul hal itu akan ia lakukan . Dengan penuh semangat, ia ingin membuktikan kalau ia itu bias dan sgera melakukannya.
2. Melankoli
Golongan melankoli, “Yang sempurna”. Tipe ini agak berlawanan dengan tipe sanguinis. Tipe melankoli cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola. Pada umumnya mereka ini suka dengan fakta, data, angka, dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam. Pada sebuah pertemuan orang melankoli cenderung menganalisa, memikirkan, mempertimbangankan, lalu kalau berbicara pastilah apa yang ia katakana betul-betul hasil yang ia pikirkan secara mendalam sekali.
3. Koleris
Golongan koleris, “Yang Kuat”. Tipe ini suka sekali mengatur orang, suka tunjak-tunjuk atau perintah-perintah orang. Tipe ini tidak ingin ada penonton dalam aktivitasnya. Bahkan tamu pun bias saja ‘suruh’ melakukan sesuatu untuknya. Akibat sifatnya yang sibuk, ini membuat tipe koleris tak punya banyak temen. Orang-orang banyak yang menghindar, menjauh agar tak jadi korban karakternya yang suka ngatur dan tak mau kalah.
4. Plagmatis
Golongan Plagmatis, “Cinta Damai”. Tipe ini tak suka terjadi konflik karena itu tipe ini mau disuruh fmelakukan apa saja, sekalipun ia sendiri tidak suka. Bagi tipe ini kedamaian adalah segala-galanya. Jika timbul masalah atau pertengakaran, ia akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengakaran. Tipe ini mau merugi sedikit asalkan masalahnya dapat terselesaikan. Tipe ini kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin. Cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah biasanya menyenangkan. Ia mau menjadi pendengar yang baik, tapi jika mengambil keputusan biasanya sering menunda
Senin, 24 Mei 2010
सुनती Benang
Putuskan Benang Itu!
Izan,
"Seutas benang itu sesungguhnya hanya
ada dalam pikiran Anda!"
Ada kisah nyata tentang seekor gajah.
Sejak kecil ia sudah dirantai kakinya
dengan seutas rantai sepanjang 4 meter.
Apa yang terjadi ketika rantai itu
diganti dengan seutas benang?
Gajah itu tetap saja berkeliling & tidak
berani melangkah keluar dari area
lingkaran 4 meter tersebut!
Dari kisah ini, pelajaran apa yang
bisa kita ambil?
Maaf, saya tidak bermaksud menyamakan
diri kita dengan seekor gajah. :-)
Namun bisa jadi, kita pun memiliki
'keterbelengguan' dengan seutas tali
yang mengikat diri kita!
Kita tidak berani keluar dari zona yang
dianggap nyaman. Meski sesungguhnya,
kita bisa melakukan banyak hal hebat
dari perkiraan kita!
Mari kita jujur pada diri sendiri,
berapa banyak kesempatan yg sebenarnya
hadir, melintas di depan Izan, namun
Izan tidak mempedulikannya?
Izan mungkin menganggap peluang itu
'terlalu tinggi' untuk Izan, dan
merasa tidak pantas berada disana.
Atau mungkin Izan malah merasa tidak
mampu untuk melakukan hal itu padahal
sama sekali belum pernah mencobanya?
Kita semua tahu, segala hal yang
menurut kita 'begitu hebat', seringkali
tidak selalu seperti yang kita
bayangkan.
Atau hal yang kita anggap sulit,
kadang sebenarnya sangat gampang!
Ada dua kunci dalam hal ini :
1. Izan akan bisa jika Izan berpikir bisa
2. Izan akan gagal jika Izan berpikir gagal
So, jangan menyalahkan siapapun jika
kesuksesan belum menghampiri diri kita.
Sebab, faktor utamanya terletak pada
diri kita sendiri.
Oleh sebab itu, perhatikan dengan
seksama, dan tanya pada diri sendiri,
adakah seutas benang yang telah
membelenggu diri kita selama ini?
Jika ya, maka segeralah untuk putuskan
benang itu!
Cobalah bergerak maju dari lingkaran
yang selama ini kita buat dan telah
membelenggu diri kita sendiri!
Peluang itu sebenarnya selalu hadir
kapan saja. Namun, karena kita selalu
saja menutup mata, telinga, dan pikiran
kita, maka peluang itu akan terlewat
begitu saja!
Jika Izan masih saja ragu untuk
melangkah, cobalah untuk melatihnya
sedikit demi sedikit. Dan jika Izan
sudah yakin, maka segeralah berlari
cepat, keluar dari keterbelengguan
Izan.
Jika sudah seperti ini, maka siapa lagi
yang diuntungkan, jika bukan Izan
sendiri?
Izan,
"Seutas benang itu sesungguhnya hanya
ada dalam pikiran Anda!"
Ada kisah nyata tentang seekor gajah.
Sejak kecil ia sudah dirantai kakinya
dengan seutas rantai sepanjang 4 meter.
Apa yang terjadi ketika rantai itu
diganti dengan seutas benang?
Gajah itu tetap saja berkeliling & tidak
berani melangkah keluar dari area
lingkaran 4 meter tersebut!
Dari kisah ini, pelajaran apa yang
bisa kita ambil?
Maaf, saya tidak bermaksud menyamakan
diri kita dengan seekor gajah. :-)
Namun bisa jadi, kita pun memiliki
'keterbelengguan' dengan seutas tali
yang mengikat diri kita!
Kita tidak berani keluar dari zona yang
dianggap nyaman. Meski sesungguhnya,
kita bisa melakukan banyak hal hebat
dari perkiraan kita!
Mari kita jujur pada diri sendiri,
berapa banyak kesempatan yg sebenarnya
hadir, melintas di depan Izan, namun
Izan tidak mempedulikannya?
Izan mungkin menganggap peluang itu
'terlalu tinggi' untuk Izan, dan
merasa tidak pantas berada disana.
Atau mungkin Izan malah merasa tidak
mampu untuk melakukan hal itu padahal
sama sekali belum pernah mencobanya?
Kita semua tahu, segala hal yang
menurut kita 'begitu hebat', seringkali
tidak selalu seperti yang kita
bayangkan.
Atau hal yang kita anggap sulit,
kadang sebenarnya sangat gampang!
Ada dua kunci dalam hal ini :
1. Izan akan bisa jika Izan berpikir bisa
2. Izan akan gagal jika Izan berpikir gagal
So, jangan menyalahkan siapapun jika
kesuksesan belum menghampiri diri kita.
Sebab, faktor utamanya terletak pada
diri kita sendiri.
Oleh sebab itu, perhatikan dengan
seksama, dan tanya pada diri sendiri,
adakah seutas benang yang telah
membelenggu diri kita selama ini?
Jika ya, maka segeralah untuk putuskan
benang itu!
Cobalah bergerak maju dari lingkaran
yang selama ini kita buat dan telah
membelenggu diri kita sendiri!
Peluang itu sebenarnya selalu hadir
kapan saja. Namun, karena kita selalu
saja menutup mata, telinga, dan pikiran
kita, maka peluang itu akan terlewat
begitu saja!
Jika Izan masih saja ragu untuk
melangkah, cobalah untuk melatihnya
sedikit demi sedikit. Dan jika Izan
sudah yakin, maka segeralah berlari
cepat, keluar dari keterbelengguan
Izan.
Jika sudah seperti ini, maka siapa lagi
yang diuntungkan, jika bukan Izan
sendiri?
Minggu, 23 Mei 2010
हकीकत hDup
Q ta tw.
bagaimana Qt hdup d dunia ni??
Arti Hdup yang hakiki yg ky gmN????
sBnarnya hDup ni mw dbw kmana???
Bagaimna msalah itu datang dan pergi?
teknik, metode pa tuk mNgtasi fenomena hDup ni??
Sp sie dIri qt sbnarx???/
lw dipkir2, hDup di dUnia ni hMya tuk,,, mNgUrusi maSlah pEruy ja????
RenUngkan dIri U, Spya mmpnyai Pandangan yg Crah tuk mlangkah k Dpan Tanpa Msalah yg Srupa????
Hr ni rus lBih baek dari hr kMren?????
bagaimana Qt hdup d dunia ni??
Arti Hdup yang hakiki yg ky gmN????
sBnarnya hDup ni mw dbw kmana???
Bagaimna msalah itu datang dan pergi?
teknik, metode pa tuk mNgtasi fenomena hDup ni??
Sp sie dIri qt sbnarx???/
lw dipkir2, hDup di dUnia ni hMya tuk,,, mNgUrusi maSlah pEruy ja????
RenUngkan dIri U, Spya mmpnyai Pandangan yg Crah tuk mlangkah k Dpan Tanpa Msalah yg Srupa????
Hr ni rus lBih baek dari hr kMren?????
Langganan:
Postingan (Atom)