Kamis, 17 Juni 2010

Asal uSul bhs Arab dan pErananya

Peran bahsa arab dalam islam Yaitu bahasa dalam perspektif al Qur’an.
Bahasa adalah alat komunikasi antara satu pihak dengan pihak lain, dan antara makhluk yang satu dengan makhluk yang lain. Komunikasi akan bisa berjalan, sangat ditentukan oleh bahasa yang dipakai. Jadi, dalam tradisi komunikasi, bahasa telah menjadi media esensial yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan, setiap makhluk hidup, tidak bisa dilepaskan dari bahasa yang menjadi alat komunikasi mereka.
Bahasa tidak lain adalah simbol-simbol yang digunakan manusia untuk mengekspresikan ide-ide, gagasan-gagasan, perasaan, pengalaman dan segala yang ada dalam dirinya. Bahasa adalah simbol untuk mengungkapkan diri dan berkomunikasi, karena itu dalam antropologi, manusia disebut animal symbolicum, yaitu makhluk simbol, karena dalam kehidupannya, manusia tidak bisa terlepas dari simbol-simbol, termasuk bahasa.
Dalam konteks ini, agar al-Qur’an bisa dicerna dengan baik oleh objek (sasaran) yang dituju oleh al-Qur’an, sehingga pesan-pesan yang akan disampaikan oleh al-Qur’an dapat terbumi, maka al-Qur’an tidak bisa menafikan aspek budaya atau tradisi umat manusia. Sebab, dengan cara itu, al-Qur’an akan benar-benar menjadi bagian integral dalam kehidupan sosial umat. Ketika al-Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab, berarti Tuhan “meminjam” alat bahasa masyarakat Arab untuk mengkomunikasikan pesan-pesannya kepada mereka (manusia).
Dengan memakai bahasa Arab, karena al-Qur’an turun pada sosok Nabi dan komunitas yang berbahasa Arab, maka al-Qur’an memakai bahasa dimana al-Qur’an diturunkan. Seandainya, al-Qur’an pada awalnya turun dalam komunitas non Arab (misalnya komunitas Madura, Jawa, Jepang, Ingris dan lain sebagainya) secara otomatis al-Qur’an akan meminjam bahasa-bahasa masyarakat yang menjadi objek dimana al-Qur’an akan diturunkan.
Secara sederhana, penggunaan bahasa Arab dalam al-Qur’an memiliki keterkaitan yang erat dengan kondisi sosial dan budaya. Bahasa Arab seperti yang disebutkan dalam ayat di atas, merupakan bentuk adaptasi al-Qur’an dengan kondisi masyarakat dimana ia diturunkan pertama kali, sehingga bahasa Arab yang pada saat pertama kali al-Qur’an turun yang menjadi pilihan. Walaupun dengan bahasa Arab, tetapi al-Qur’an tetap merupakan wahyu yang diarahkan untuk kepentingan seluruh masyarakat dunia, sehingga tidak bisa al-Qur’an hanya dibatasi pada komunitas orang Arab. Setidaknya hal ini yang menjadi pertimbangan Ibnul Jazari ketika memberikan penafsiran terhadap ayat di atas. Menurutnya, secara global maupun secara terperinci, al-Qur’an bukanlah milik orang Arab.
As-Suyuti menafsirkan kata bi lisani dengan bi lughghati yang berarti “dengan bahasa”. Dengan menggunakan bahasa yang dipakai oleh kaum dimana al-Qur’an diturunkan, akan mempermudah al-Qur’an bisa diterima dan dipahami. As-Suyuti menafsirkan kata liyubayyina lahum dengan liyufhimahum ma ata bihi.
Dalam keterkaitan ini, pilihan terhadap bahasa Arab, tidak berarti al-Qur’an hanya diperuntukkan terhadap bangsa Arab, karena al-Qur’an telah mengklaim diri sebagai hudan bagi seluruh umat manusia, maka al-Qur’an pada dasarnya menjadi milik semua bangsa dan semua etnis yang ada dalam kehidupan ini. Dan, bahasa Arab yang dipakai oleh al-Qur’an – dalam pembacaan sederhana – hanya menjadi alat untuk transformasi pesan-pesan yang diajarkan oleh al-Qur’an, sehingga dalam satu waktu dan komunitas tertentu, maka al-Qur’an bisa dibahasakan ke dalam beberapa bahasa dimana al-Qur’an diajarkan. Al Quran diturunkan dalam bahasa Arab itu, bukanlah berarti bahwa Al Qu'an untuk bangsa Arab saja tetapi untuk seluruh manusia.
Artinya, bahasa Arab hanyalah salah satu media yang dipakai oleh al-Qur’an untuk mengeskpresikan ide-ide ilahiyahnya dan tidak betsifat ekslusif serta bias etnis, karena al-Qur’an bukan hanya untuk orang Arab, tetapi untuk semua, sehingga mengalihbahasakan al-Qur’an ke dalam berbagai bahasa merupakan sesuatu yang seharusnya. Itulah yang dimaksud dengan istilah bahasa kaum-nya, sehingga al-Qur’an dengan mudah berdialog dengan mereka. Hal ini sekaligus menjadi salah satu bukti kesejarahan al-Qur’an. Menurut Shibab, ayat-ayat al-Qur’an turun berdialog dengan mereka, mengomentari keadaan dan peristiwa-peristiwa yang mereka alami, bahkan menjawab setiap pertanyaan yang muncul di tengah-tengah masyarakat ketika itu.
Asal Bahasa Arab
Jika kita perhatikan bahasa bangsa-bangsa, maka kita akan temukan banyak sekali jumlahnya, yang masing-masing memiliki perbedaan dari satu sisi dan kedekatan (persamaan) dari sisi lain. Para linguis membagi kelompok persamaan antar-bahasa dari aspek kata (lafaz), struktur, dan metode pengungkapannya. Ada juga yang membagi bahasa-bahasa tersebut berdasarkan yang tertera dalam kitab Taurat yang menyatakan bahwa yang selamat dari bencana air bah di zaman nabi Nuh as hanyalah Sam, Ham, dan Yapits dan apa yang ada dalam bahtera yang masing-masing berpasangan. Selanjutnya tersebarlah di muka bumi ini anak keturunan Nuh as ke dalam kelompok bangsa Sam, bangsa Ham, dan bangsa Ariya atau Yapist (Ya?kub,1982:108). Bersamaan dengan itu, berkembang pulalah bahasa-bahasa bangsa tersebut.
Ada pula di antara lingus yang membagi bahasa berdasarkan perkembangannya dengan membagi menjadi 3 kelas:
1. bahasa yang tidak berstruktur (tak ada morfologi) seperti bahasa China, bahasa Burma, bahasa Qibti, dan sebagainya);
2. bahasa yang bersambung, seperti bahasa Turki, bahasa Mongol, bahasa Jepang, dan sebagainya.
3. bahasa yang berstruktur (ada morfologi) seperti bahasa Parsi, bahasa Hindia, bahasa Latin, bahasa Yunani, bahasa Arab, dan sebagainya (Abdul Wahid Wafi dalam Ya?kub:109).
Adapun bahasa Semit adalah kumpulan bahasa-bahasa yang muncul sejak lama di kawasan Asia dan Afrika. Bahasa Arab termasuk dalam kelompok bahasa Semit. Sebagian bahasa Semit tersebut masih digunakan jutaan orang dan memiliki kekayaan budaya dan sastra tersendiri. Sementara sebagian lagi telah punah seiring waktu. Orang pertama yang mengungkapkan istilah Semit adalah August Ludwig Schlozer, yang mendasarkan pada kitab Taurat sebagaimana tersebut di atas (Bakalla,1984:4).
Para Linguis sepakat bahwa bangsa Semitic memiliki negeri asal yang satu, namun berbeda pandangan dalam menentukan negeri asal tersebut, sebagai berikut: (1) Menurut pandangan sebagian linguis bahwa asal bangsa Semitic adalah bagian Barat-Daya Negeri Yaman, (2) Sebagian lagi menyatakan bahwa asal bangsa Semitic adalah bagian Selatan Iraq, yang didasarkan bahwa keturunan Nuh as memakmurkan tanah yang bernama Babilonia, (3) Pandangan lain menyatakan bahwa asal bangsa semitic adalah negeri Kanan yang tersebar di wilayah Suriah dahulu, (4) Sebagian lagi berpandangan bahwa asal bangsa Semitic adalah Arminia yang terdapat gunung Ararat (tempat yang diduga tertambatnya bahtera Nuh as versi Taurat), dan (5) Ada pula pendapat yang menyatakan bahwa asal bangsa Semitic adalah Selatan Afrika yakni Habasyah (Ethiopia) berdasarkan pandangan adanya hubungan kebahasaan antara bahasa Semit dan bahasa Ham.
Perbedaan pandangan juga terjadi tentang bahasa Semith pertama, sebagai berikut:
1. Ada yang berpandangan bahwa bahasa Abariyah adalah bahasa ibu dari bahasa Semit, bahkan bahasa tersebut adalah bahasa tertua di dunia;
2. Sebagian menyatakan bahwa bahasa semit pertama adalah bahasa Asyuriyah-Babilonia;
3. Pendapat ketiga menyatakan bahwa bahasa Arab adalah bahasa yang paling mendekati bahasa Semit pertama.

Selasa, 15 Juni 2010

Lirik Lagu Putih Band - Amanda

Amanda dengarlah suara hatiku
Yang selalu memanggilmu
Amanda datanglah temani hidupku
Sempurnakanlah cintaku

Dia bilang cinta itu indah
Anugerah dari sang kuasa

Beri aku cinta
Beri aku hidup
Beri aku semuanya
Semua yang ku butuhkan

Beri aku cinta
Beri aku hidup
Beri aku semuanya
Semua yang ku dambakan

Amanda lihatlah ku nanti dirimu
Di dalam sepi malamku
Amanda tolonglah ucapkanlah cinta
Yang menenangkan hatiku

Beri aku cinta
Beri aku hidup
Beri aku semuanya
Semua yang ku butuhkan

Beri aku cinta
Beri aku hidup
Beri aku semuanya
Semua yang ku dambakan

Beri aku cinta
Beri aku hidup
Beri aku semuanya
Semua yang ku butuhkan

Selasa, 08 Juni 2010

केंदालिकन ह्दुप Anda

Judul: Kendalikan Hidup Anda!!
Haloo Amazing Readers,

Hari baru telah hadir kembali..! berarti Andapun akan siap melakukan segala aktifitas dan pekerjaan, tentunya dengan Semangat untuk selalu menjadi yang terbaik, bukan?

Untuk menjadi yang terbaik, semua tergantung Pada tindakan Anda, semua tergantung bagaimana Anda mengendalikan kehidupan pada pencapaian-pencapaian Amazing Anda. Setuju?

Terkadang Semua orang berpikir ingin mengubah dunia, tetapi tidak seorang pun berpikir mengubah dirinya sendiri terlebih dahulu”
Setiap kita pasti menginginkan keadaan negara kita menjadi lebih baik, bukan?? Kita menginginkan tidak ada lagi: orang yang membuang sampah sembarangan, korupsi, jalan yang semerawut, orang-orang yang tidak mengindahkan rambu-rambu lalu lintas. Kita semua berpikir: “kalau saya presidennya, saya akan benar-benar memberantas koruptor”, “kalau saya pemimpinnya, saya akan melakukan ini dan itu”.

Setiap kita memiliki keinginan ‘TO MAKE A BETTER WORLD’ untuk menjadikan dunia ini lebih baik, tanpa perang, tanpa kelaparan, tanpa keributan. Ya, semua pasti menginginkannya. Namun, untuk membuat segalanya menjadi lebih baik, kita harus dapat terlebih dahulu mengubah dan mengendalikan hidup kita. Maka Alam semesta akan mengirim sinyal Kebaikan pada hidup kita.

Sebuah kapal pesiar yang demikian besarnya, membutuhkan sebuah kemudi untuk menentukan arahnya. Begitu juga hidup kita, kita harus menyadari bahwa kita yang memiliki kendali atas hidup kita. Bukan hidup yang mengendalikan kita, tetapi kita yang mengendalikan hidup. Kita memiliki kemudinya! Dan kita dapat mengemudikannya! Setuju?

Penguasaan diri membutuhkan harga yang harus dibayar. Kesuksesan tidaklah gratis tetapi membutuhkan perjuangan. Percayalah, ketika kita memiliki kuasa atas hidup kita, perjuangan itu akan semakin mudah. Dan kita akan melihat dan menuai hasil yang didapat dari sebuah penguasaan diri.

Ayo Sahabat, mulai sekarang ambil penuh kendali atas hidup Amazing anda. kuasai diri Anda dan kendalikan menuju tempat yang jauh lebih baik, dan semakin baik setiap harinya. Ingatlah bahwa orang yang paling berkuasa adalah orang yang mampu menguasai dirinya sendiri. Semangattt!!

Rabu, 26 Mei 2010

हकीकत बहासा arab

Pembelajaran Bahasa Arab secara garis besar dapat diklasifikasikan menjadi dua sistem:

A. Sistem pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan bahasa sebagai ujaran secara langsung (percakapan).

Sistem pembelajaran Bahasa Arab ini didasarkan pada asumsi bahwa bahasa adalah gejala alami manusia untuk menyampaikan ide kepada orang lain atau menerima ide dari orang lain. Dengan kata lain manusia sebagai makhluk sosial menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dalam berinteraksi dengan sesamanya.

Sistem pembelajaran Bahasa arab ini lebih cepat (lebih efektif) mengantarkan siswa menguasai bahasa arab sebagai alat komunikasi apabila didukung oleh komunitas sosial yang menggunakan Bahasa arab sebagai alat komunikasi sehari-hari. Artinya, komunitas sosial yang menuntut setiap orang yang ada di dalamnya untuk selalu berkomunikasi dengan Bahasa Arab secara aktif. Situasi kondusif ini dapat dimaklumi misalnya dua orang atau lebih yang belajar muhadatsah (percakapan) langsung, maka idenya disampaikan dengan kata-kata yang didukung dengan ekspresi mereka dan media ingkungan tempat mereka berada sehingga proses belajar menjadi efektif.

Akan tetapi pembelajaran Bahasa Arab menjadi tidak efektif apabila tidak didukung oleh lingkungan masyarakat yang menggunakan Bahasa Arab sebagai alat komunikasi sehari-hari.

Para pengajar yang menerapkan sistem pembelajaran Bahasa Arab ini dituntut untuk selalu menyajikan materi pelajaran Bahasa Arab secara dinamis seiring dengan dinamika perkembangan bahasa yang digunakan oleh penutur asli (native speaker) dari waktu ke waktu.

B. Sistem pembelajaran Bahasa Arab yang berorientasi pada gramatika (tata bahasa).

Sistem pembelajaran Bahasa Arab yang didasarkan pada asumsi bahwa bahasa adalah merupakan kaidah-kaidah atau peraturan-peraturan bahasa yang diambil dari teks-teks yang sudah baku. Dalam Bahasa Arab teks-teks itu adalah Al-Qur’an, Al-Hadits, dan kitab-kitab keilmuan yang sudah baku dari segi gramatikanya.

Menurut asumsi ini barang siapa yang ingin mengkaji Al-Qur’an, Al-Hadits, atau kitab-kitab keilmuan yang mempunyai konsentrasi kuat terhadap gramatika, maka penguasaan gramatika Arab adalah suatu keharusan baginya.

Selasa, 25 Mei 2010

टाइप- टाइप manusia

Hari ini, tepatnya hari rabu dItemani dengan hujan yang lebat,,,,tepatnya di lab TY,,,,,jam 12,50...Sy akan mmbahas Tentang tipe manusia yang berkenan Dengan tugas Makul Logika.....
Berikut ini tipe-tipe manusia saya simpulkan menjadi 4 macam, yaitu :

1. Sanguinis
Golongan sanguinis, “Yang Popular”. Tipe ini cenderung ingin popular, ingin disenangi oleh orang lain, ingin diidolakan, maupun dibanggakan. Hidupnya penuh dengan warna-warni. Mereka senang sekali bicara tanpa bias dihentikan. Gejolak emosinya berkembang dan transparan. Pada suatu saat ia berteriak kegirangan, dan beberapa saat kemudian ia bisa jadi menangis tersedu-sedu.
Namun, orang-orang sanguinis agak pelupa , sulit berkonsentrasi, cenderung berpikir pendek, hidupnya serba tak teratur, kurang disiplin dalam hal waktu, sering lupa pada janji. Namun, kalau disuruh melakukan sesuatu ia akan dengan cepat mengiyakannyadan terlihat sepertinya betul-betul hal itu akan ia lakukan . Dengan penuh semangat, ia ingin membuktikan kalau ia itu bias dan sgera melakukannya.

2. Melankoli
Golongan melankoli, “Yang sempurna”. Tipe ini agak berlawanan dengan tipe sanguinis. Tipe melankoli cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola. Pada umumnya mereka ini suka dengan fakta, data, angka, dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam. Pada sebuah pertemuan orang melankoli cenderung menganalisa, memikirkan, mempertimbangankan, lalu kalau berbicara pastilah apa yang ia katakana betul-betul hasil yang ia pikirkan secara mendalam sekali.
3. Koleris
Golongan koleris, “Yang Kuat”. Tipe ini suka sekali mengatur orang, suka tunjak-tunjuk atau perintah-perintah orang. Tipe ini tidak ingin ada penonton dalam aktivitasnya. Bahkan tamu pun bias saja ‘suruh’ melakukan sesuatu untuknya. Akibat sifatnya yang sibuk, ini membuat tipe koleris tak punya banyak temen. Orang-orang banyak yang menghindar, menjauh agar tak jadi korban karakternya yang suka ngatur dan tak mau kalah.
4. Plagmatis
Golongan Plagmatis, “Cinta Damai”. Tipe ini tak suka terjadi konflik karena itu tipe ini mau disuruh fmelakukan apa saja, sekalipun ia sendiri tidak suka. Bagi tipe ini kedamaian adalah segala-galanya. Jika timbul masalah atau pertengakaran, ia akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengakaran. Tipe ini mau merugi sedikit asalkan masalahnya dapat terselesaikan. Tipe ini kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin. Cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah biasanya menyenangkan. Ia mau menjadi pendengar yang baik, tapi jika mengambil keputusan biasanya sering menunda

Senin, 24 Mei 2010

hakikat hdup

Impian Masa Depan yang Cerah: सुनती Benang

सुनती Benang

Putuskan Benang Itu!



Izan,

"Seutas benang itu sesungguhnya hanya
ada dalam pikiran Anda!"

Ada kisah nyata tentang seekor gajah.
Sejak kecil ia sudah dirantai kakinya
dengan seutas rantai sepanjang 4 meter.

Apa yang terjadi ketika rantai itu
diganti dengan seutas benang?

Gajah itu tetap saja berkeliling & tidak
berani melangkah keluar dari area
lingkaran 4 meter tersebut!

Dari kisah ini, pelajaran apa yang
bisa kita ambil?

Maaf, saya tidak bermaksud menyamakan
diri kita dengan seekor gajah. :-)

Namun bisa jadi, kita pun memiliki
'keterbelengguan' dengan seutas tali
yang mengikat diri kita!

Kita tidak berani keluar dari zona yang
dianggap nyaman. Meski sesungguhnya,
kita bisa melakukan banyak hal hebat
dari perkiraan kita!

Mari kita jujur pada diri sendiri,
berapa banyak kesempatan yg sebenarnya
hadir, melintas di depan Izan, namun
Izan tidak mempedulikannya?

Izan mungkin menganggap peluang itu
'terlalu tinggi' untuk Izan, dan
merasa tidak pantas berada disana.

Atau mungkin Izan malah merasa tidak
mampu untuk melakukan hal itu padahal
sama sekali belum pernah mencobanya?

Kita semua tahu, segala hal yang
menurut kita 'begitu hebat', seringkali
tidak selalu seperti yang kita
bayangkan.

Atau hal yang kita anggap sulit,
kadang sebenarnya sangat gampang!

Ada dua kunci dalam hal ini :

1. Izan akan bisa jika Izan berpikir bisa
2. Izan akan gagal jika Izan berpikir gagal

So, jangan menyalahkan siapapun jika
kesuksesan belum menghampiri diri kita.
Sebab, faktor utamanya terletak pada
diri kita sendiri.

Oleh sebab itu, perhatikan dengan
seksama, dan tanya pada diri sendiri,
adakah seutas benang yang telah
membelenggu diri kita selama ini?

Jika ya, maka segeralah untuk putuskan
benang itu!

Cobalah bergerak maju dari lingkaran
yang selama ini kita buat dan telah
membelenggu diri kita sendiri!

Peluang itu sebenarnya selalu hadir
kapan saja. Namun, karena kita selalu
saja menutup mata, telinga, dan pikiran
kita, maka peluang itu akan terlewat
begitu saja!

Jika Izan masih saja ragu untuk
melangkah, cobalah untuk melatihnya
sedikit demi sedikit. Dan jika Izan
sudah yakin, maka segeralah berlari
cepat, keluar dari keterbelengguan
Izan.

Jika sudah seperti ini, maka siapa lagi
yang diuntungkan, jika bukan Izan
sendiri?

Minggu, 23 Mei 2010

हकीकत hDup

Q ta tw.
bagaimana Qt hdup d dunia ni??
Arti Hdup yang hakiki yg ky gmN????
sBnarnya hDup ni mw dbw kmana???
Bagaimna msalah itu datang dan pergi?
teknik, metode pa tuk mNgtasi fenomena hDup ni??
Sp sie dIri qt sbnarx???/
lw dipkir2, hDup di dUnia ni hMya tuk,,, mNgUrusi maSlah pEruy ja????
RenUngkan dIri U, Spya mmpnyai Pandangan yg Crah tuk mlangkah k Dpan Tanpa Msalah yg Srupa????
Hr ni rus lBih baek dari hr kMren?????